Jumat, 17 November 2017
RPP Teks Prosedur Kelas 7
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMP IT RUHUL JADID
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : VII/ Satu
Materi Pokok : Teks Prosedur
Alokasi Waktu : 2 X Pertemuan (5 JP)
A. Kompetensi Inti
KI-1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI-2: Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI-3:Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI-4: Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.5 Mengidentifikasi teks prosedur tentang cara melakukan sesuatu dan cara membuat (cara memainkan alat musik/ tarian daerah, cara membuat kuliner khas daerah, dll.) dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar.
3.5.1 Mendaftar kata/kalimat sebagai ciri
teks prosedur pada teks yang
dibaca/didengar.
3.5.2 Siswa dapat menentukan ciri-ciri bahasa yang digunakan dalam teks prosedur pada teks yang dibaca/didengar.
3.5.3 Siswa dapat menentukan jenis teks prosedur pada teks yang dibaca/didengar
3.5.4 Siswa dapat menentukan tujuan teks prosedur pada teks yang dibaca/didengar
4.5 Menyimpulkan isi teks prosedur tentang cara memainkan alat musik daerah, tarian daerah, cara membuat cinderamata, dan/atau kuliner khas daerah) yang dibaca dan didengar 4.5.1 Meringkas urutan isi teks
4.5.2 Menjawab pertanyaan isi teks
4.5.3 Mendemonstrasikan cara melakukan suatu pekerjaan dari simpulan teks yang didengar
C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan pertama
Setelah mengamati/mendengarkan beberapa contoh teks prosedur, peserta didik dapat:
1. Menentukan ciri umum teks prosedur pada teks yang dibaca/didengar.
2. Menentukan ciri-ciri bahasa yang digunakan dalam teks prosedur pada teks yang dibaca/didengar.
3. Menentukan tujuan teks prosedur pada teks yang dibaca/didengar.
4.
Pertemuan kedua
Setelah mengamati/mendengarkan teks prosedur, peserta didik dapat:
1. Meringkas urutan isi teks.
2. Menjawab pertanyaan isi teks.
3. Mendemonstrasikan cara melakukan suatu pekerjaan dari simpulan teks yang didengar.
D. Fokus nilai-nilai sikap
1. Kesantunan
2. Tanggung jawab
E. Materi Pembelajaran
1. Materi pembelajaran regular
a. Pengertian teks prosedur
b. Tujuan komunikasi teks prosedur
c. Pola pengembangan isi
d. Ciri bahasa teks prosedur (kata kerja, kata benda)
e. Cara meringkas teks prosedur
2. Materi pembelajaran pengayaan
a. Mengidentifikasi tujuan dan ciri bahasa dari teks prosedur yang dibaca/didengar
b. Meringkas teks prosedur yang dibaca/didengar
3. Materi pembelajaran remedial
a. Mengidentifikasi tujuan dan ciri bahasa dari teks prosedur yang dibaca/didengar
b. Meringkas teks prosedur yang dibaca/didengar
E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : pendekatan ilmiah (scientifict approach)
2. Metode : a. ceramah plus,
b. penugasan,
c. diskusi,
d. tanya jawab.
F. Media dan Bahan
1. Media
a.Power point
b.Video teks prosedur
c.Laptop
d.LCD
G. Sumber Belajar
Isnatun, Siti, dan E.B. Devitta Ekawati. 2016. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII SMP/M.Ts. Jakarta: Yudhistira.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (Elektronik)
Permendikbud No 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. 30 November 2015.
H. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama (2 JP)
Pendahuluan (10 Menit)
a. Guru memberi salam dan menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa serta tilawah bersama.
b. Guru mengondisikan kelas sambil mengabsen, agar kondusif untuk mendukung proses pembelajaran dengan cara meminta peserta didik membersihkan papan tulis dan merapikan tempat duduk, menyiapkan buku pelajaran dan buku referensi yang relevan serta alat tulis yang diperlukan.
c. Guru mengecek kesiapan siswa belajar baik secara fisik maupun psikologis dengan mengajak menyanyikan lagu nasional “Satu Nusa, Satu Bangsa” untuk membangun karakter cinta tanah air dan bahasa.
d. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau Kompetensi yang akan dicapai.
e. Guru menyampaikan manfaat pembelajaran yang akan dilakukan.
f. Guru dan peserta didik menyepakati langkah-langkah dan penilaian kegiatan yang akan ditempuh untuk mencapai kompetensi.
Kegiatan inti (60 menit)
Mengamati
a. Peserta didik mengamati/menyimak tayangan tentang membuat “layang-layang”
b. Peserta didik mencermati penjelasan tayangan teks prosedur dalam tayangan “layang-layang”
Menanya
a. Secara berkelompok, peserta didik berdiskusi untuk merumuskan pertanyaan berdasarkan hal-hal yang ingin diketahui dari hasil pengamatan
b. Secara berkelompok, peserta didik mendiskusikan ciri umum teks prosedur (struktur, ciri kebahasaan; kata kerja, kata benda) yang terdapat dalam teks prosedur yang diamati.
Mengumpulkan Informasi
a. Secara berkelompok, peserta didik mencari informasi tambahan (teori) tentang ciri umum (struktur, ciri kebahasaan; kata kerja, kata benda) dari berbagai sumber lainnya seperti, di buku Bahasa Indonesia, internet, atau buku lainnya.
b. Secara berkelompok, peserta didik mencari contoh teks prosedur dari berbagai sumber lainnya seperti, di buku Bahasa Indonesia, internet, atau buku lainnya.
c. Secara berkelompok, peserta didik mendiskusikan ciri umum teks prosedur (struktur, ciri kebahasaan; kata kerja, kata benda) yang ditemukannya.
Mengasosiasi
a. Secara berkelompok, peserta didik mendiskusikan hal-hal apa yang diuraikan pada tiap bagian ciri umum teks prosedur dengan baik
b. Secara berkelompok, peserta didik mendiskusikan penggunaan teks prosedur
c. Secara berkelompok, peserta didik menyusun laporan hasil kerja.
Mengomunikasikan
a. Secara berkelompok, peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas dan peserta didik dari kelompok lain menanggapi
b. Pendidik memberikan penegasan terhadap hasil pembelajaran peserta didik.
Penutup (10 menit)
a. Peserta didik dengan bimbingan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari
b. Peserta didik dan guru merefleksi yang mengaitkan materi pembelajaran dengan sikap spritiual dan sosial
c. Memfasilitasi pengumpulan hasil kerja sebagai bahan portofolio
d. Memberi tindak lanjut dengan memberi arahan berikutnya atau tugas remidi/pengayaan
e. Peserta didik memberikan umpan balik dengan mengajukan pertanyaan.
f. Guru menyampaikan informasi pembelajaran yang akan datang
g. Guru menutup kegiatan pembelajaran
Pertemuan kedua (2JP)
Pendahuluan (10 menit)
a. Salah seorang peserta didik memimpin berdoa dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
b. Pendidik mengecek kehadiran peserta didik
c. Pendidik mengajukan pertanyaan terkait pemahaman peserta didik terhadap materi sebelumnya. Misalnya: “Siapa yang masih ingat konsep teks prosedur yang kita pelajari minggu lalu?”, dan “Sebutkan ciri umum teks prosedur?”
d. Pendidik membimbing peserta didik untuk mensyukuri anugerah yang diberkn terkait dengan pemahaman mereka tentang teks prosedur dengan harapan mereka akan mampu menerapkan teks prosedur dengan baik.
e. Pendidik menyampaikan materi pembelajaran hari itu yaitu tentang ciri umum teks prosedur
f. Menyampaikan tujuan dan indikator pembelajaran
g. Menyepakati kegiatan yang akan dillakukan
Kegiatan Inti (60 menit)
Stimulasi
a. Peserta didik membaca/menyimak contoh teks prosedur “Langkah-langkah membuat kue basah”
b. Mencermati uraian yang berkaitan dengan kata kerja dan kata benda
Identifikasi Masalah
a. Secara berkelompok, peserta didik mendiskusikan penggunaan kata kerja dan kata benda dalam teks prosedur “Langkah-langkah membuat kue basah”
b. Secara berkelompok, peserta didik mendata dan mendiskusikan penggunaan kata kerja dan kata benda
Pengumpulan Data
a. Secara berkelompok, peserta didik mencari contoh teks prosedur lainnya baik tulis maupun lisan (video) dari internet
b. Secara berkelompok, peserta didik mencari teori tentang penggunaan kata kerja dan kata benda
c. Secara berkelompok, peserta didik membuat contoh penggunaan kata kerja dan kata benda
d. Secara berkelompok, peserta didik membuat teks prosedur
Pengolahan Data
a. Secara berkelompok, peserta didik menyusun laporan hasil kerja kelompoknya
b. Secara berkelompok, peserta didik menyimpulkan tujuan
Mengomunikasikan
a. Salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, kelompok lain memberi tanggapan.
Penutup (10 menit)
a. Peserta didik dengan bimbingan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari
b. Peserta didik dan guru merefleksi yang mengaitkan materi pembelajaran dengan sikap spritiual dan sosial
c. Memfasilitasi penumpulan hasil kerja sebagai bahan portofolio
d. Memberi tindak lanjut dengan memberi arahan berikutnya atau tugas remidi/pengayaan
e. Peserta didik memberikan umpan balik dengan mengajukan pertanyaan.
f. Guru menyampaikan informasi pembelajaran yang akan datang
g. Guru menutup kegiatan pembelajaran
H. Penilaian
Pertemuan pertama
1. Teknik penilaian
a. Sikap (spiritual dan sosial)
1) Observasi (jurnal)
b. Pengetahuan
1) Tes tertulis
2. Instrumen penilaian
a. Sikap (spiritual dan sosial)
1) Jurnal
Nama Sekolah : SMP …
Kelas/Semester : VII/Semester I
Tahun pelajaran : …
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ttd Tindak Lanjut
1
2
3
b. Pengetahuan
1) Tes Tertulis
Bacalah teks prosedur berikut kemudian kerjakan sesuai dengan perintah!
Cara Membuat Nasi Goreng
Makanan khas Indonesia yang satu ini meski sudah terkenal di mancanegara, namun cara membuat nasi goring ini terbilang sangat mudah dan bisa dimasak oleh siapa saja. Untuk membantu para pemula dalam hal memasak, berikut ini adalah informasi cara membuat nasi goreng yang bisa dipraktikkan di rumah.
Bahan-bahan
2 Piring nasi putih
1 butir telur
3 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1 batang daun bawang
Cara membuat :
1. Haluskan bawang merah, bawang putih, dan cabe rawit.
2. Siapkan wajan dan tuangkan minyak goreng secukupnya, lalu panaskan api dengan api sedang.
3. Setelah minyak panas, masukkan bawang merah, bawang putih, dan cabe rawit yang telah dihaluskan. Kemudian, masak hingga matang dan menimbulkan bau harum.
4. Masukkan bahan pelengkap sesuai selara, lalu aduk hingga merata dan matang.
5. Masukkan telur dan orak-arik hingga matang.
6. Masukkan nasi putih dan aduk hingga tercampur dengan semua bahan.
7. Tambahkan saus tomat, garam, merica hingga semua tercampur rata.
8. Jika telah matang, angkat nasi dan disajikan di atas piring.
Cara Menggosok Gigi
Menggosok gigi bertujuan untuk memperoleh kesehatan gigi/mulut dan napas menjadi segar dan supaya tidak menimbulkan penyakit mulut seperti sariawan panas dalam dll.
Alat
1. Sikat gigi
2. Pasta gigi
3. Air bersih
4. Gelas kumur
5. Handuk bersih
Langkah-langkah
1. Siapkan peralatan gosok gigi.
1. Buka kran untuk membasahi sikat gigi.
3. Basahi sikat gigi dengan air secukupnya.
2. Tutup kembali kran.
3. Olesi sikat gigi dengan pasta gigi sebesar biji jagung.
4. Buka kran untuk mengisi gelas kumur sampai penuh.
5. Berkumurlah dengan air bersih sebelum menggosok gigi.
6. Sikatlah gigi dimulai dari bagian samping kiri, samping kanan dan bagian depan dan bagian dalam
secara bergantian dengan gerakan arah sikat gigi memutar dan naik turun.
7. Bersihkan mulut dan gigi dengan sikat gigi secara hati-hati.
8. Keluarkan busa yang mengumpul di mulut.
9. Berkumurlah dengan air bersih untuk membersihkan sisa busa yang ada di mulut.
10. Bersihkan area mulut dan keringkan dengan handuk.
11. Bereskan kembali peralatan yang digunakan.
Berdasarkan teks prosedur tersebut,
1. Daftarkanlah kalimat perintah dan kalimat saran teks prosedur di atas!
2. Tunjukkan ciri-ciri bahasa yang terdapat pada teks prosedur di atas !
Tempat mengerjakan:
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
Rubrik Penilaian KD 3.5
Kisi-kisi dan Pedoman Penilaian Tes tulis
No Aspek yang dinilai Skor Bobot Nilai
1 Dapat mendaftar kalimat perintah dan kalimat saran teks prosedur dengan lengkap dan benar (100%)
Dapat mendaftar kalimat perintah dan kalimat saran teks prosedur kurang lengkap (50%)
Dapat mendaftar kalimat perintah dan kalimat saran teks prosedur kurang lengkap (25% ) 3
2
1 25
2 Dapat menentukan jenis teks prosedur sesuai ciri-cirinya dengan benar dan alasan yang tepat
Dapat menentukan jenis teks prosedur sesuai ciri-cirinya dengan alasan yang kurang tepat
Dapat menentukan jenis teks prosedur kurang sesuai dengan ciri-cirinya dan alasan yang kurang tepat 3
2
1 25
3 Dapat menentukan jenis teks prosedur sesuai ciri-cirinya dengan benar dan alasan yang tepat
Dapat menentukan jenis teks prosedur sesuai ciri-cirinya dengan alasan yang kurang tepat
Dapat menentukan jenis teks prosedur kurang sesuai dengan ciri-cirinya dan alasan yang kurang tepat 3
2
1 25
4 Dapat menuliskan ciri-ciri bahasa yang terdapat pada teks prosedur dengan lengkap dan benar
Dapat menuliskan ciri-ciri bahasa yang terdapat pada teks prosedur dengan kurang lengkap , namun benar
Dapat menuliskan ciri-ciri bahasa yang terdapat pada teks prosedur dengan kurang lengkap dan kurang benar 3
2
1 25
Jumlah Skor maksimal 12 100
Pertemuan kedua
1. Teknik penilaian
a. Sikap (spiritual dan sosial)
1) Observasi (jurnal)
b. Pengetahuan
1) Tes tertulis
c. Keterampilan
1) Praktik
2. Instrumen penilaian
a. Sikap (spiritual dan sosial)
1) Jurnal
Nama Sekolah : SMP …
Kelas/Semester : VII/Semester 1
Tahun pelajaran : …
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ttd Tindak Lanjut
1
2
3
b. Pengetahuan
2) Tes tertulis
Mengetahui Tangerang, Juli 2017
Kepala SMP IT RUHUL JADID Guru Mata Pelajaran,
Sukanto, S.E Uswatun Khasanah, S. Pd
RPP Teks Observasi Kelas 7
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SMP IT RUHUL JADID
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : VII/ I
Materi Pokok : Teks Laporan Hasil Observasi
Alokasi Waktu : 2 X 40 Menit (1x Pertemuan)
A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang)sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang
sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.7 Mengidentifikasi informasi dari teks laporan hasil observasi berupa buku pengetahuan yang dibaca atau diperdengarkan 3.7.1 Mengenali ciri tujuan dan isi teks hasil observasi
3.7.2 Mengidentifikasi ciri bahasa teks laporan hasil observasi
C. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu mengenali ciri tujuan dan isi teks hasil observasi
Peserta didik mampu mengidentifikasi ciri bahasa teks laporan hasil observasi
D. Materi pembelajaran
1. Materi Pembelajaran Reguler
Pengetahuan
Pengertian teks hasil observasi
Ciri dan tujuan teks hasil observasi
Identifikasi ciri bahasa teks laporan hasil observasi
Keterampilan
Membaca buku pengetahuan atau enslikopedia
Mendaftar istilah pada teks hasil observasi
Merinci objek atau hal secara sistematis dari sudut ilmu (defenisi, klasifikasi, jabaran ciri objek)
2. Materi Pembelajaran Pengayaan
Pengetahuan
Ciri dan tujuan teks hasil observasi
Identifikasi ciri bahasa teks laporan hasil observasi
Keterampilan
Membaca buku pengetahuan atau enslikopedia
Mendaftar istilah pada teks hasil observasi
Merinci objek atau hal secara sistematis dari sudut ilmu (defenisi, klasifikasi, jabaran ciri objek)
3. Materi Pembelajaran Remidial
Pengetahuan
Ciri dan tujuan teks hasil observasi
Identifikasi ciri bahasa teks laporan hasil observasi
Keterampilan
Membaca buku pengetahuan atau enslikopedia
Mendaftar istilah pada teks hasil observasi
Merinci objek atau hal secara sistematis dari sudut ilmu (defenisi, klasifikasi, jabaran cirri objek)
E. Metode Pembelajaran
CTL (Contextual Teaching Learning)
1. Modeling (Pengarahan mater)
2. Questioning (Bimbingan dan eksplorasi materi)
3. Lerning Community (Tanya jawab)
4. Inquiri (Tahap penyusunan)
5. Constructivism ( Melakukan analisis)
6. Reflection (Rangkuman)
7. Authentic assessment ( Penilaian)
F. Media dan Bahan Belajar
1. Media
a. Gambar
2. Alat
a. Laptop
b. Proyektor
c. Teks observasi dari internet
G. Sumber Belajar
1. Buku bahasa Indonesia (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Edisi Revisi 2017), Jakarta.
2. http://www.yuksinau.id/contoh-teks-laporan-hasil-observasi-hewan/
3. http://www.yuksinau.id/contoh-teks-laporan-hasil-observasi-tumbuhan/
H. Langkah-langkah pembelajaran
1. Pertemuan pertama (3 jam pelajaran IPK 3.7.1)
Kegiatan pembelajaran Langkah-langkah pembelajaran Alokasi waktu
Pendahuluan • Guru memberi salam dan menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa serta tilawah bersama. Penilaian sikap spiritual
• Guru mengondisikan kelas sambil mengabsen, agar kondusif untuk mendukung proses pembelajaran dengan cara meminta peserta didik membersihkan papan tulis dan merapikan tempat duduk, menyiapkan buku pelajaran dan buku referensi yang relevan serta alat tulis yang diperlukan.
• Guru mengecek kesiapan siswa belajar baik secara fisik maupun psikologis dengan mengajak menyanyikan lagu nasional “Garuda Pancasila” untuk membangun karakter cinta tanah air.
• Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai
• Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan siswa dalam pembelajaran (IPK 3.7.1)
• Guru menyampaikan tata tertib ketika pembelajaran dan lingkup penilaian, yaitu pengetahuan dan keterampilan 10 menit
Inti Mengamati
1. Guru menampilkan gambar terkait materi pembelajaran.
Menanya
1. Guru bertanya jawab mengenai pengertian teks observasi.
2. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian teks observasi.
3. Guru menggali informasi dari peserta didik megenai materi teks observasi dan ciri bahasa..
Mengeksplorasi
1. Peserta didik mengumpulkan informasi dari tanya jawab yang dilakukan dan melengkapinya dengan membaca buku ajar dan buku referensi terkait materi.
2. Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
3. Guru memberikan worksheet tentang ciri dan isi teks observasi.
Mengasosiasikan
1. Peserta didik berdiskusi mengenai worksheet yang diberikan
2. Peserta didik menyusun hasil diskusi tentang ciri bahasa dan isi teks observasi.
Mengomunikasikan
1. Peserta didik menuliskan laporan kerja kelompok.
2. Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas dengan santun dan percaya diri hasil temuan perihal ciri dan isi teks observasi (penilaian pengetahuan faktual), lalu peserta didik dari kelompok lain memberikan tanggapan.
3. Guru memberikan penegasan terhadap hasil pembelajaran peserta didik.
Penutup • Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi ciri dan isi teks hasil laporan observasi
• Peserta didik bersama guru melakukan identifikasi keunggulan dan kelemahan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung
• Peserta didik menerima umpan balik dalam proses pembelajaran perihal ciri dan isi teks hasil laporan observasi
• Peserta didik mendapatkan proyek literasi (membaca buku pengetahuan) dan secara jujur dicatat pada jurnal harian membaca
• Peserta didik menerima penyampaian guru perihal kegiatan berikut
I. Penilaian
No. Kompetensi Teknik Instrumen Keterangan
1. KI 1 dan KI 2 Observasi
• Lembar observasi Terlampir
2. KI 3 Tes tertulis • Uraian
• Tugas (mandiri atau kelompok) Terlampir
3. KI 4 Proyek • Lembar laporan tugas proyek Terlampir
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran
Penilaian KI 1
Pedoman Observasi Sikap Spiritual
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan ooooopoleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
No Aspek Pengamatan Skor Keterangan
1 2 3 4
1 Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu
2 Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan sesuai agama masing-masing
3 Memberi salam sesuai agama masing-masing sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi
4 Mengucapkan keagungan Tuhan apabila melihat kebesaran Tuhan sesuai agama masing-masing
5 Menambah rasa keimanan akan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari ilmu pengetahuan
Jumlah Skor
Petunjuk Penyekoran :
Peserta didik memperoleh nilai :
Baik Sekali : apabila memperoleh skor 16 – 20
Baik : apabila memperoleh skor 11 – 15
Cukup : apabila memperoleh skor 6 – 10
Kurang : apabila memperoleh skor 1 – 5
Penilaian KI 2
LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Materi Pokok : Bentuk-Bentuk Pasar
Waktu Pengamatan: Proses PBM
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No Nama Siswa Sikap
Aktif Bekerjasama Toleran
KB B SB KB B SB KB B SB
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Keterangan:
KB : Kurang baik
B : Baik
SB : Sangat baik
Indikator Sikap Aktif Dalam Pembelajaran Kegatan Pelaku Ekonomi
1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum ajeg/konsisten
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten
Indikator Sikap Bekerjasama Dalam Kegiatan Kelompok.
1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Indikator Sikap Toleran Terhadap Proses Pemecahan Masalah Yang Berbeda Dan Kreatif.
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkansudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan ajeg/konsisten
Lembar Penilaian Diskusi / Presentasi
No Nama Siswa Aspek Pengamatan Jumlah
Skor Nilai Ket.
Nama Siswa Kerja sama Mengkomunikasikan pendapat Toleransi Keaktifan Menghargai pendapat
teman Presentasi Jumlah
Skor
Nilai
Ket.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Keterangan Skor :
Masing-masing kolom diisi dengan kriteria
4 = Baik Sekali
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang
Σ Skor perolehan
Nilai = —————————————– X 100
Skor Maksimal (20)
Kriteria Nilai
A = 80 – 100 : Baik Sekali
B = 70 – 79 : Baik
C = 60 – 69 : Cukup
D = ‹ 60 : Kurang
Penilaian KI 3
Uji Kompetensi
• Kerjakan soal uraian di bawah ini!
1. Jelaskan pengertian teks observasi!
2. Jelaskan ciri-ciri teks observasi!
3. Jelaskan struktur teks observasi!
4. Jelaskan yang dimaksud dengan klasifikasi umum!
Penilaian KI 4
Penilaian Penugasan
A. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
B. Kelas/Semester : VII / 1
1. Penilaian Keterampilan
Teknik : tes unjuk kerja
Bentuk : Tes lisan
Instrumen
1. Buatlah teks laporan hasil observasi tentang alam sekitar!
2. Identifikasilah struktur teks laporan hasil observasi yang telah anda buat!
Lembar Kerja:
No. Nama Siswa Struktur Teks Identifikasi ciri bahasa Skor Nilai Konversi
1. ….
2. …
3. Dst
Rubrik
No. Deskripsi Skor
1.
Siswa menyusun isi teks laporan hasil observasi dengan tepat
Siswa menyusun isi teks laporan hasil observasi cukup tepat
Siswa menyusun isi teks laporan hasil observasi kurang tepat
Siswa menyusun isi teks laporan hasil observasi tidak tepat
4
3
2
1
2. Siswa dapat mengidentifikasi 4 ciri bahasa isi teks laporan hasil observasi
Siswa dapat mengidentifikasi 3 ciri isi bahasa teks laporan hasil observasi
Siswa dapat mengidentifikasi 2 ciri bahasa isi kekurangan teks laporan hasil observasi
Siswa dapat mengidentifikasi 1 ciri bahasa isi teks laporan hasil observasi 4
3
2
1
Nilai = Skor Perolehan x 4 =
Skor maksimal (8)
C. Konversi nilai = (nilai/100) x 4)
Mengetahui Tangerang, 10 Oktober 2017
Kepala SMP IT RUHUL JADID Guru Mata Pelajaran,
Sukanto, S.E Uswatun Khasanah, S. Pd
Senin, 22 Agustus 2016
Rintikan Kata Kehidupan: Surat Untukmu Rindu
Rintikan Kata Kehidupan: Surat Untukmu Rindu: Untukmu yang menitipkan rindu padaku, apa kabarnya disana? Tahukah dirimu yang selalu terucap di setiap doaku, tak pernah ada kebosanan ku m...
Surat Untukmu Rindu
Untukmu yang menitipkan rindu padaku, apa kabarnya disana?
Tahukah dirimu yang selalu terucap di setiap doaku, tak pernah ada kebosanan ku mendoakanmu.
Tak pernah sedikitpun kerinduan itu berkurang di setiap detiknya, hingga pertemuan itulah yang akan menghapus rasa.
Namun apalah daya bahwa setiap pertemuan itu selalu meninggalkan kerinduan yang lebih mendalam dibanding sebelumnya.
Rindu yang semakin menghujam dalam, yang ingin aku bunuh rasa itu dengan rasa yang lain tapi itu sulit.
Rasa yang akan membuatmu melankolis, rasa yang membuatku terlihat lemah itu adalah rindu.
Janganlah kau seperti matahari yang hanya bersinar disaat aku membutuhkan kehangatan, dan janganlah seperti purnama yang hanya dapat dinikmati keindahannya sesaat.
Tapi jadilah dirimu sendiri yang selalu hadir disetiap saat, dan membuat kebahagiaan yang membuatku nyaman hingga berat melepas.
Salam pencinta purnama yang selalu merindu…
23 Agustus 2016
Neng
Minggu, 14 Desember 2014
Fieldtrip Ala Demo
21 November 2014 SMPIT melakukan fieldtrip yang telah dinanti-nati oleh santri ikhwan maupun akhwat. Agenda ini sempat tersendat karena bertepatan dengan pengumuman kenaikan BBM oleh pemerintah baru sehingga banyak kerusuhan dimana-mana. Mahasiswa, buruh, bahkan supir angkutan pun demo dimana-mana untuk mencegah hal yang tidak diinginkan oleh para guru sehingga fieldtrip pun diundur. Keputusan yang berat sesungguhnya karena para santri sudah sangat antusias dan mempersiapkan segalanya untuk fieldtrip. Dengan keyakinan dan berdoa para guru memutuskan untuk memberangkatkan setelah satu hari pengunduran karena banyaknya agenda di pesantren dan takut para santri kecewa berlarut-larut dan melampiaskan dengan kemalasan dalam belajar. Selepas belajar anak-anak dan guru-guru menonton kehebohan demo di luar sana, bagaimana pun kita harus mengetahui perkembangan negeri ini terutama mengenai keamanan.
Para santri dan guru pun akhirnya berangkat dengan suka cita dan berdoa agar tidak hujan dan bertemu dengan para demo di luar sana. Ternyata kenaikan BBM pun berpengaruh pada ongkos bus, ya walau naik cuman seratus ribu tapi lumayan. santri ikhwan dan ustadz berangkat lebih dulu, hari berikutnya baru santri akhwat serta ustadzahnya.
sesampainya di Kota Tua, kami beristirahat sebentar lalu melanjutnya perjalanan dengan berjalan kaki menuju Museum Bank Indonesia. Santri akhwat begitu antusias, apalgi jika sudah bertemu dengan yang namanya kamera pasti mereka selalu ingin selfie. Santri ikhwan pun sama antusias jika dilihat dari foto yang disebar oleh ustadznya karena kami melakukan perjalanan dengan hari yang berbeda. Memang seharusnya untuk zaman yang semakin bebas, perjalanan wanita dan pria harus dipisah. Intensitas pertemuan wanita dan pria yang terlalu sering itu terkadang menimbulkan perasaan yang seharusnya dijaga untuk usia labil seperti mereka. Sebaiknya siswa hanya fokus pada belajar dan mengejar impian setinggi mungkin selagi masih muda. Ujian kehidupan ke depan itu berat maka perjuangan istiqomah dalam kebaikan itu memang dihalau berbagai ombak dan aral. Semoga para pendidik dimana pun berada sadar atas tanggung jawab mereka untuk dapat mencetak generasi penerus pemimpin negeri ini. Doa selalu tercurahkan untuk kejayaan agamaku dan ibu pertiwi.
Jumat, 08 Agustus 2014
Answer
Setiap orang punya fase masing-masing, ada kalanya kita dapat menjawab pertanyaan dengan cepat, ada kalanya juga kita terhambat oleh takdir sehingga sulit untuk menjawab. Kali ini pun saya sulit untuk menjawab satu pertanyaan yang sudah sering saya dengar sejak tiga tahun lalu, dan kini saya pun semakin sulit menjawab pertanyaan yang membuat si penanya puas dengan jawaban saya. Hingga saya berpikir untuk menyerah dengan semua pertanyaan itu. Semua pasti sudah tahu pertanyaan apa yang sering dilontarkan di kalangan masyarakat kepada seorang pemuda atau seorang gadis yang masih lajang.
Mau kuliah dimana?
Skripsi sudah kelar?
Wisuda kapan?
Kerja dimana?
Kapan nikah?
Sudah punya anak berapa?
ya pertanyaan yang terkadang membuat psikologis yang ditanya membuat terguncang seketika, tapi saya sudah melewati beberapa pertanyaan dengan memberikan action, bukan jawaban dengan frasa apalagi klausa yang berbelit. namun, saya semakin tak habis dengan si penanya, kenapa selalu ada waktu dan selalu punya pertanyaan yang semestinya tak perlu ditanyakan, kecuali sudah lama tak berjumpa maka wajar jika penanya ingin mengetahui perkembangan lawan bicaranya. Apalagi untuk seorang gadis lajang, pertanyaan yang mudah pun terkadang berat untuk menjawabnya apalgi pertanyaan yang ada kaitannya dengan takdir. so, saya harus bagaimana? Untuk orang beragama muslim, tawakal adalah solusi, dan senyuman manis mungkin sudah cukup dibanding harus kabur dengan pertanyaan malah akan dibrondong pertanyaan yang lebih keji.
Untukmu sahabatku, biarkanlah orang disekitarmu nyaman dengan kehidupannya, tak perlu menanyakan yang jawabannya membuat hati yang kau tanya namun, doakan saja dalam sujud terakhirmu kepada Tuhanmu untuk memberikan jawaban yang baik agar ia, saya, kamu dapat hidup dengan tenang.
Zwa Al Khansa
Sabtu, 08.24 WIB
Mau kuliah dimana?
Skripsi sudah kelar?
Wisuda kapan?
Kerja dimana?
Kapan nikah?
Sudah punya anak berapa?
ya pertanyaan yang terkadang membuat psikologis yang ditanya membuat terguncang seketika, tapi saya sudah melewati beberapa pertanyaan dengan memberikan action, bukan jawaban dengan frasa apalagi klausa yang berbelit. namun, saya semakin tak habis dengan si penanya, kenapa selalu ada waktu dan selalu punya pertanyaan yang semestinya tak perlu ditanyakan, kecuali sudah lama tak berjumpa maka wajar jika penanya ingin mengetahui perkembangan lawan bicaranya. Apalagi untuk seorang gadis lajang, pertanyaan yang mudah pun terkadang berat untuk menjawabnya apalgi pertanyaan yang ada kaitannya dengan takdir. so, saya harus bagaimana? Untuk orang beragama muslim, tawakal adalah solusi, dan senyuman manis mungkin sudah cukup dibanding harus kabur dengan pertanyaan malah akan dibrondong pertanyaan yang lebih keji.
Untukmu sahabatku, biarkanlah orang disekitarmu nyaman dengan kehidupannya, tak perlu menanyakan yang jawabannya membuat hati yang kau tanya namun, doakan saja dalam sujud terakhirmu kepada Tuhanmu untuk memberikan jawaban yang baik agar ia, saya, kamu dapat hidup dengan tenang.
Zwa Al Khansa
Sabtu, 08.24 WIB
Kamis, 22 Mei 2014
Minat Belajar Siswa
A.
Pengertian
Belajar
Belajar menurut bahasa adalah “usaha (berlatih) dan sebagai upaya
mendapatkan kepandaian”.[1]
Sedangkan menurut istilah yang dipaparkan oleh beberapa ahli, di antaranya oleh
Witherington (1952 h.165) “Belajar merupakan perubahan dalam kepribadian, yang
dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru yang berbentuk
keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”. Pendapat yang
hampir sama dikemukakan oleh Crow and Crow dan Hilgard. Menurut Crow and
Crow (1958 h.225) “Belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan
pengetahuan dan sikap baru”, sedang menurut Hilgard (1962 h.252)
“Belajar adalah suatu proses dimana suatu prilaku muncuk atau berubah karena
adanya repons terhadap sesuatu situasi”. Mengenai peranan unsur pengalaman
dalam belajar Di Vesta and Thompson (1970 h.256) belajar adalah perubahan
tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman.[2]
Selanjutnya Nana Sudjana
mengatakan bahwa “belajar adalah proses yang aktif, belajar adalah mereaksi
terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Belajar adalah proses yang
diarahkan kepada tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Belajar
adalah proses melihat, mengamati, memahami sesuatu.”[3]Belajar
disebut juga proses aksi reaksi serta interaksi atau hubungan antara seseorang
dengan seseorang yang lainnya. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas siswa
berinteraksi dengan guru, serta siswa
berinteraksi dengan siswa yang kemudian akan menimbulkan pengalaman baru, baik
bagi siswa maupun bagi gurunya.
B.
Pengertian Minat
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Minat adalah minat adalah kecenderungan hati yang
tinggi terhadap sesuatu.[4]Sedangkan
Abdul
Rahman Shaleh mendefinisikan secara sederhana, minat dapat diartikan sebagai
suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang,
aktivitas atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut dengandisertaiperasaansenang.”[5]
Minat merupakan sifat yang
relatif menetap pada diri seseorang. Minat besar sekali pengaruhnya
terhadap kegiatan seseorang sebab dengan minat ia akan melakukan sesuatu
yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu.
Seseorang akan melakukan
sesuatu yang menurutnya bermanfaat baginya serta dapat memenuhi kebutuhannya.
Jadi seseorang akan mempunyai minat yang tinggi pada sesuatu yang dapat memenuhi dan memuaskan
kebutuhannya sendiri. Apabila sesuatu tersebut dipandangnya tidak bermanfaat
bagi dirinya serta tidak sesuai dengan keinginannya maka ia tidak akan menaruh
minat pada hal tersebut.
Seorang siswa akan memiliki minat yang tinggi pada
pembelajaran Drama apabila pembelajarannya tidak monoton serta penyampaian sang
guru menarik bagi dirinya. Dengan adanya minat yang tinggi, siswa akan terdorong
untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.
C.
Fungsi
Minat Belajar
Elizabeth B. Hurlock menulis tentang fungsi minat bagi kehidupan
anak sebagaimana yang ditulis oleh Abdul Wahid sebagai berikut:
a. Minat
mempengaruhi bentuk intensitas cita-cita.
Sebagai contoh anak yang berminat dalam hal menulis sesuatu maka cita-citanya adalah
menjadi penulis yang
berprestasi, sedang anak yang berminat pada kesehatan maka cita-citanya menjadi
dokter.
b. Minat
sebagai tenaga pendorong yang kuat.
Minat anak
untuk menguasai pelajaran bisa mendorongnya untuk belajar kelompok di tempat
temannya meskipun suasana sedang hujan.
c. Prestasi
selalu dipengaruhi oleh jenis dan intensitas.
Minat seseorang meskipun
diajar oleh guru yang sama dan diberi pelajaran tapi antara satu anak dan yang
lain mendapatkan jumlah pengetahuan yang berbeda. Hal ini terjadi karena
berbedanya daya serap mereka dan daya serap ini dipengaruhi oleh intensitas
minat mereka.
d.
Minat yang terbentuk sejak kecil/masa
kanak-kanak sering terbawa seumur hidup karena minat membawa kepuasan.
[1]W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta:
Balai Pustaka, 1976), h. 965.
[2]Nana Syaodih Sukmadinata. Landasan Psikologi Proses
Pendidikan.(Bandung: PT. Remaja Rodakarya, 2007), h. 155-156
[3]Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung:
Balai Pustaka, 1987), h. 28.
[4]Tim Penyusun Kamus Besar
Bahasa Indonesia, Kamus
Besar Bahasa Indonesia
edisi Ketiga,
(Jakarta: Balai Pustaka, 2001),
h. 744.
[5]Abdul
Rahman Saleh dan Muhbib Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar Dalam
Perspektif Islam, ( Jakarta: Kencana, 2004), h. 262.
Langganan:
Postingan (Atom)